Kepoin Yuukk

Rabu, 26 September 2018

Profil Puskesmas Balaraja 2017


 Puskesmas Balaraja terletak di Jalan Raya serang KM. 24, yang berjarak + 8 Km dengan  Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan dengan Ibukota kabupaten berjarak + 8 KM, dengan luas wilayah kerja 1672 Ha. Letak ketinggian dari permukaan laut 23 M, dengan curah hujan rata-rata 300 CMM. 

Puskesmas Balaraja dibangun pada tahun 1954. Wilayah kerja Puskesmas Balaraja terdiri dari 1 Kelurahan dan 4 Desa, 18.719 KK, dengan jumlah penduduk 79.525 jiwa



   Sumber Daya
3.1  Pembiayaan 
Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Balaraja sumber pembiayaannya adalah dari :
1.      APBD Kabupaten Tangerang

2.      APBD Provinsi Banten

3.      APBN

 

3.2  Satu Unit Gedung Rawat Jalan:

1.      Poli Umum

2.      Poli Gigi

3.      Poli Anak

4.      Poli KIA

5.      Poli KB

6.      Poli Imunisasi

7.      Poli Klinik Gizi

8.      Poli Tb Paru

9.      Poli Klinik Sanitasi

10.  Poli Lansia

11.  Poli Klinik Remaja

12.  Poli Klinik IMS/ HIV-AIDS

13.  UGD 24 Jam

14.  Laboratorium

15.  Farmasi

16.  USG


3.3  Satu Unit Gedung Rawat Inap :

1.      4 (Empat) Unit Kamar  Rawat Inap

2.      16 Tempat Tidur Rawat Inap

3.      Ruang PMK

4.      Ruang Administrasi

5.      Ruang Jaga petugas

6.      Unit Gizi

7.      Dapur


3.4.   Satu Unit Gedung PONED

1.      2 (Dua) unit Kamar Bersalin

2.      3 (tiga) Tempat Tidur bersalin

3.      Ruang Administrasi (sijari EMAS)

4.      Ruang PI

5.      Ruang Jaga petugas

1. Perilaku

Perilaku yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku, gaya hidup dan lingkungan. Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri dari berbagai macam penyakit, diantaranya penyakit jantung, stroke, kegemukan, diabetes mellitus, dan lain-lain. Perilaku atau kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna seperti mencret dan lain-lain begitu juga dengan lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti DBD, CIKUNGUNYA


2. Lingkungan

Lingkungan yang sehat berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit yang berbasis lingkungan diantaranya DBD, Diare, Chikungunya,  dan lain-lain. Penyakit ini dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat juga didukung oleh kebersihan lingkungan.


3. Genetik / Keturunan

Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat dihindari, seperti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki resiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meningkatakan derajat kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya konseling perkawinan yang baik untuk menghindari penyakit bawaan yang sebenarnya dapat dicegah munculnya. Akhir-akhir ini tekhnologi kesehatan dan kedokteran semakin maju. Tekhnologi dan kemampuan tenaga ahli harus diarahkan untuk meningkatkan upaya mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. 


4. Pelayanan Kesehatan
Ketersediaan fasilitas dengan mutu pelayanan yang baik akan mempercepat perwujudan derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaan fasilitas tentunya harus ditopang dengan ketersediaannya ketenagaan kesehatan yang merata dan cukup jumlahnya serta memiliki kompetensi dibidangnya. Misalnya membangun puskesmas, pustu, bidan kesehatan, pos obat desa dan jejaringnya


 FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG BERPENGARUH TERHADAP

KESEHATAN



1. Kependudukan

Banyaknya jumlah penduduk dan luasnya daerah wilayah kerja Puskesmas Balaraja akan mempengaruhi derajat kesehatan di wilayah tersebut karena dengan banyaknya yang urban akan juga membawa perilaku dan kebiasaan mereka yang tidak sesuai dengan kebiasaan wilayah kita.


2. Ekonomi

a. Tingkat Pendapatan

Perkembangan ekonomi di Puskesmas Balaraja jika dilihat dari penghasilan yang di dapat dari masyarakat masih tergolong kelas menengah kebawah, hal ini bisa dilihat dari sabagaian besar penduduk Balaraja bermata pecaharian sebagai Petani Penggarap (25,21%) dan Buruh Industri (25,68%).


b. Perkembangan Tahap Keluarga Sejahtera

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Balaraja pada Tahun 2017  yaitu sebesar 79.525 jiwa yang mempunyai kartu kepesertaan BPJS 26.863 jiwa.


3. Pendidikan

Kemampuan membaca dan menulis dapat dilihat dari angka melek huruf sebagai indicator keberhasilan tingkat pendidikan yang berusia 10 tahun keatas baik laki-laki maupun perempuan dan ini ditunjang pula oleh tingkat pendidikan di wilayah Puskesmas Balaraja.


1.   Sosial Budaya
Banyak tradisi terkait dengan sosial budaya masih kental terlihat di wilayah Puskesmas Puskesmas yang mempengaruhi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, seperti masih adanya ibu hamil yang tidak boleh keluar rumah sampai dengan 40 hari, bayi baru lahir tidak boleh dibawa keluar rumah, pertolongan persalinan oleh dukun paraji, menggunakan kalung/suwuk supaya badannya gemuk bahkan masih adanya pengobatan dengan jalan jampi-jampi.

 Dengan jumlah penduduk wilayah Puskesmas Balaraja yang besarnya 79.525  jiwa, sebagian besar masyarakat sudah menggunakan jasa Puskesmas Balaraja sebagai sarana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Besarnya jumlah kunjungan di Puskesmas Balaraja dipengaruhi oleh kunjungan pasien dari luar wilayah Puskesmas Balaraja
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar