Puskesmas Balaraja terletak di Jalan Raya serang KM. 24, yang berjarak + 8 Km dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan dengan Ibukota kabupaten berjarak + 8 KM, dengan luas wilayah kerja 1672 Ha. Letak ketinggian dari permukaan laut 23 M, dengan curah hujan rata-rata 300 CMM.
Sumber Daya
3.1 Pembiayaan Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Balaraja sumber pembiayaannya adalah dari :
1.
APBD Kabupaten Tangerang
2.
APBD Provinsi Banten
3.
APBN
3.2 Satu Unit Gedung Rawat Jalan:
1.
Poli Umum
2.
Poli Gigi
3.
Poli Anak
4.
Poli KIA
5.
Poli KB
6.
Poli Imunisasi
7.
Poli Klinik Gizi
8.
Poli Tb Paru
9.
Poli Klinik Sanitasi
10. Poli Lansia
11. Poli Klinik Remaja
12. Poli Klinik IMS/ HIV-AIDS
13. UGD 24 Jam
14. Laboratorium
15. Farmasi
16. USG
3.3 Satu Unit Gedung Rawat Inap :
1.
4 (Empat) Unit Kamar
Rawat Inap
2.
16 Tempat Tidur Rawat Inap
3.
Ruang PMK
4.
Ruang Administrasi
5.
Ruang Jaga petugas
6.
Unit Gizi
7.
Dapur
3.4.
Satu Unit Gedung PONED
1.
2 (Dua) unit Kamar Bersalin
2.
3 (tiga) Tempat Tidur bersalin
3.
Ruang Administrasi (sijari EMAS)
4.
Ruang PI
5.
Ruang Jaga petugas
1. Perilaku
Perilaku
yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini dapat dilihat
dari banyaknya penyakit berbasis perilaku,
gaya hidup dan lingkungan.
Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri dari berbagai macam
penyakit, diantaranya penyakit jantung, stroke, kegemukan, diabetes mellitus,
dan lain-lain. Perilaku atau kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dapat
menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna seperti mencret dan lain-lain begitu juga
dengan lingkungan yang
tidak sehat dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti DBD, CIKUNGUNYA
2. Lingkungan
Lingkungan
yang sehat berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit yang
berbasis lingkungan diantaranya DBD, Diare, Chikungunya, dan lain-lain. Penyakit ini dapat dicegah
dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat juga didukung oleh kebersihan
lingkungan.
3. Genetik / Keturunan
Banyak
penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat
dihindari, seperti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar
penduduk yang memiliki resiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya
meningkatakan derajat kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya konseling
perkawinan yang baik untuk menghindari penyakit bawaan yang sebenarnya dapat
dicegah munculnya. Akhir-akhir ini tekhnologi kesehatan dan kedokteran semakin
maju. Tekhnologi
dan kemampuan tenaga ahli harus diarahkan untuk meningkatkan upaya mewujudkan
derajat kesehatan setinggi-tingginya.
4. Pelayanan Kesehatan
Ketersediaan fasilitas dengan mutu pelayanan
yang baik akan mempercepat perwujudan derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaan
fasilitas tentunya harus ditopang dengan ketersediaannya ketenagaan kesehatan
yang merata dan cukup jumlahnya serta memiliki kompetensi dibidangnya. Misalnya
membangun puskesmas, pustu, bidan kesehatan, pos obat desa dan jejaringnya
FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG BERPENGARUH TERHADAP
KESEHATAN
1. Kependudukan
Banyaknya jumlah
penduduk dan luasnya daerah wilayah kerja Puskesmas Balaraja akan mempengaruhi
derajat kesehatan di wilayah tersebut karena dengan banyaknya yang urban akan
juga membawa perilaku dan kebiasaan mereka yang tidak sesuai dengan kebiasaan
wilayah kita.
2. Ekonomi
a. Tingkat Pendapatan
Perkembangan ekonomi di Puskesmas Balaraja jika dilihat dari
penghasilan yang di dapat dari masyarakat masih tergolong kelas menengah
kebawah, hal ini bisa dilihat dari sabagaian besar penduduk Balaraja bermata
pecaharian sebagai Petani Penggarap (25,21%) dan Buruh Industri (25,68%).
b. Perkembangan Tahap Keluarga Sejahtera
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Balaraja pada Tahun 2017 yaitu sebesar 79.525 jiwa yang
mempunyai kartu kepesertaan BPJS 26.863 jiwa.
3. Pendidikan
Kemampuan membaca dan menulis dapat dilihat dari angka melek huruf
sebagai indicator keberhasilan tingkat pendidikan yang berusia 10 tahun keatas
baik laki-laki maupun perempuan dan ini ditunjang pula oleh tingkat pendidikan
di wilayah Puskesmas Balaraja.
1. Sosial Budaya
Banyak tradisi terkait dengan sosial budaya
masih kental terlihat di wilayah Puskesmas Puskesmas yang mempengaruhi
peningkatan derajat kesehatan masyarakat, seperti masih adanya ibu hamil yang
tidak boleh keluar rumah sampai dengan 40 hari, bayi baru lahir tidak boleh
dibawa keluar rumah, pertolongan persalinan oleh dukun paraji, menggunakan
kalung/suwuk supaya badannya gemuk bahkan masih adanya pengobatan dengan jalan
jampi-jampi.
Dengan jumlah penduduk wilayah Puskesmas Balaraja yang
besarnya 79.525 jiwa, sebagian besar
masyarakat sudah menggunakan jasa Puskesmas Balaraja sebagai sarana untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan. Besarnya jumlah kunjungan di Puskesmas
Balaraja dipengaruhi oleh kunjungan pasien dari luar wilayah Puskesmas Balaraja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar