Kepoin Yuukk

Senin, 01 Oktober 2018

Puskesmas Balaraja Tangani Puluhan ODGJ



Puskesmas Balaraja– Pemegang Program Klinik Kesehatan Jiwa pada Puskesmas Balaraja, Madroni menungkapkan, agar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) benar-benar tersembuhkan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan pengobatan kepada ODGJ pasca mereka dinyatakan sembuh.
“Saat ini pasien ODGJ yang ditangani keberasilannya sudah mencapai 75 persen, yaitu mereka telah mencapai perubahan kesembuhan,” kata Madroni, kemarin.
Madroni menjelaskan, pasien yang ditangani puskesmas Balaraja saat ini, ada sebanyak 20 orang.

“Bagi ODGJ yang sudah dapat disembuhkan tetap dipantau sebulan dua kali agar tak lagi kambuh,” ujarnya.
Merurut Madroni, penanganan ODGJ terkategori banyak macamnya, ada yang bersifat Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) atau orang yang mempunyai rasa takut berlebihan, Posttraumatic Stress Disolder (PTSD) orang dengan gangguan mental, Sindrom Respons Stress (SRS) orang dengan gangguan penyesuaian, dan lain sebagainya.
“Penanganan pasien gangguan jiwa cukup berat, yaitu pasien yang suka mengamuk dan dapat melukai dirinya dan orang lain, akan dirujuk berobat ke RSJ Grogol,” jelasnya.
Ia menegaskan, ada beberapa pasien yang dirujuk ke RSJ Grogol sudah pulang dan sudah dapat beraktifitas kembali di lingkungannya.
“Meski sudah sembuh, namun mereka masih mendapat bantuan obat dan pengawasan dari para petugas puskesmas,” pungkasnya. (ndi/srm)

Rabu, 26 September 2018

Jajaran Dinkes Banyuasin Kaji Banding Akreditasi Puskesmas Balaraja



Jajaran Dinkes Banyuasin Kaji Banding Akreditasi Puskesmas Balaraja

BALARAJA – Puskesmas Balaraja menerima kunjungan kerja pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan, untuk mencari masukan program Kaji Banding Akreditasi Puskesmas Balajara.
Acara berlangsung Kamis (18/5/2017) itu menyertakan 30 pejabat Dinkes Banyuasin, terdiri dari para kepala puskesmas, kasi, kabid, dan beberapa pelaksana.
Para tamu sebelumnya diterima di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, selanjutnya dipandu menuju Puskesmas Balaraja oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Tradisional dan Komplementer Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Sumihar Sihaloho.
Sesampainya di Puskesmas Balaraja, para tamu yang diterima Kepala Puskesmas Balaraja dan jajarannya yang memakai seragam merah muda yang memberikan nuansa sejuk, ramah dan bersahabat. Selanjutnya para tamu pun diberi paparan program di Aula Puskesmas Balaraja.
MGS H Hakim, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, mengakui dirinya dan rombongan merasa senang berkunjung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang memberikan sambutan hangat, ramah dan menyenangkan.
“Maksud kunjungan dengan membawa para kepala puskesmas, baik yang akan melaksanakan akreditasi puskesmas maupun belum, untuk mendapatkan pengetahuan tata-cara kelola pelaksanaan akreditasi seperti di puskesmas ini,” katanya.
Oleh karena itu, diharapkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Kepala Puskesmas Balaraja mau berbagi pengetahuannya. “Saat ini kami sedang memproses akreditasi puskesmas di 8 puskesmas yang notabenenya telah memberikan pelayanan rawat-inap seperti di sini,” ucapnya.
Sementara Kepala Puskesmas Balaraja, drg Lely Aryuni, mengakui pihaknya senang menerima kujungan para tamu. Lalu dijelaskan untuk dapat mencapai akreditasi dibutuhkan kekompakan kerja tim, keikhlasan bekerja, semangat dan loyalitas tinggi, serta komitmen bersama dalam mencapai tujuan.
Di antaranya bekerja merapihkan kegiatan administrasi, penataan ruang yang nyaman, dan pemberian layanan masyarakat yang terbaik.
“Kita pun dalam memberikan pelayanan masyarakat selalu bersikap ramah dan penuh perhatian kepada pasien,” ungkap Lely Aryuni. Dengan cara ini, pasien akan merasa diperhatikan dan mendapat gairah untuk sehat kembali.

Puskesmas Balaraja Raih ISO 9001-2008

 

Puskesmas Balaraja Raih ISO 9001-2008


BALARAJA - Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang meraih sertifikat ISO 9001-2008 berkat pelayanannya yang prima terhadap masyarakat. Sertifikat diberikan SAI Global di aula Kecamatan Balaraja, Senin (22/2).

Perwakilan SAI Global Joko Priatno menyerahkan sertifikat itu kepada Wakil Bupati Tangerang Rano Karno. Kemudian, Rano menyerahkannya kepada Kepala Puskesmas Balaraja dr Corah usman.
Rano mengatakan, dalam berperannya puskesmas dituntut mengutamakan melayani masyarakat.
“Pelayanan harus memperhatikan prinsip-prisip yang menciptakan citra positif di masyarakat, memberikan pelayanan yang efisien,” ungkap Rano.
Rani mengungkapkan, pencapaian yang diraih ini merupakan bagian dari implementasi good governance. “Ini juga merupakan arah pelayanan yang berorientasi kepuasan pelanggan,” ujarnya.
Hadir dalam penyerahan sertifikat itu antara lain, Asda I Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar, Asda III Pemkab Tangerang Didin Sachrudin, dan pejabat di lingkungan Kecamatan Balaraja

Puskesmas Balaraja Raih Akreditasi

Staff Puskesmas Balaraja






BALARAJA –(15/3/2017) Puskesmas Balaraja kini telah ditetapkan bersertifikat Akreditasi dengan Strata Madya. Penetapan akreditasi ini disambut rasa bangga kepala puskesmas dan jajarannya, yang dibarengi tekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Jajaran Puskesmas Balaraja pun siap pula untuk terus-meneruskan merapihan administrasi dan berusaha untuk melengkapi sarana-prasana puskesmas, ungkap drg Lely Aryuni, Kepala Puskesmas Balaraja, Kamis (9/3/2017).
Diakui usaha meraih akreditasi puskemas yang diwajibkan Permenkes RI berangkat dari komitmen kuat seluruh jajaran Puskesmas Balaraja sekaligus binaan dari Tim Pembina Akreditasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang banyak membantu melakukan perapihan administrasi, penataan ruang, dan pendekatan terbaik kepada para pengunjung.
Diharapkan ke depannya, Puskesmas Balaraja bisa meningkatkan strata akreditasnya ke tingkat yang lebih baik lagi.
Lely Aryuni mengutarakan dengan sertifikat akreditasi yang telah diraih, Puskesmas Balaraja diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan pilihan pertama masyarakat.
Toh, di Puskesmas Balaraja telah tersedia layanan rawat-inap umum, PONED, dan memiliki ruang gawat-darurat untuk penanganan gangguan kesehatan masyarakat dalam 24 jam